Jakarta Repose Project #4

Amelia Callista, 21 Tahun. Pelari

Amel, wanita berumur 21 Tahun yang bertempat tinggal di Permata Hijau, Kebayoran ini sedang menghadapi semester terakhirnya di S1 Prasetiya Mulya School of Business and Economics.

 

 

Amel mengikuti program magang selama 6 bulan di Nike Indonesia. Setelah 6 bulan berjalan, ia ditawari oleh Nike untuk mengisi posisi yang kosong di divisi Brand Events. Di Nike, Amel menghadapi waktu bekerja yang relatif santai, karena jam kerja yang tidak ditentukan atau bisa dibilang bisa datang kapanpun dengan tanggung jawab pekerjaan yang harus selesai. Pada weekend, Amel tetap bekerja untuk survey tempat untuk event Nike.

Walaupun seperti ini, Amel tetap memiliki waktu luang. Amel mengisi waktu luangnya dengan berlari, baik pada malam hari di hari biasa maupun pada pagi hari untuk di hari Minggu. Mengenai pekerjaan lapangan yang harus dilakukan pada weekend, Amel mengatakan "kalau diniatin ya ada aja waktu luangnya". Amel menggunakan waktu luangnya untuk berlari di Gelora Bung Karno, pada malam hari ia biasanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk berolahraga di Gelora Bung Karno.

Amel terus memilih untuk berlari di GBK karena sejalan dengan jalan pulang kerumahnya. Selain itu, komunitas yang diikuti oleh Amel, Running Rage. Memiliki base camp untuk berkumpul di Gelora Bung Karno. Sejujurnya, Amel memiliki keluhan ketika berlari di Gelora Bung Karno. Yaitu adalah lirikan dari lawan jenis yang membuat Amel merasa risih, hal ini tidak jarang terjadi. "Waktu pemilu, Polisi sama aja", hal ini membuat Amel merasa terganggu dikarenakan yang seharusnya polisi membuat warga merasa nyaman, namun menjadi tidak nyaman juga.

GBK juga memiliki cahaya yang sangat minim pada saat malam hari, dengan begitu, Amel harus membawa senter sendiri ketika berlari di GBK pada malam hari. Dan hal ini membuat olahraga yang dilakukan oleh orang-orang di GBK menjadi tidak maksimal. Dan dari hal ini membuat tindakan kriminal seperti pencurian Handphone juga menjadi tinggi, Amel mengaku temannya pernah menjadi korban dari penjambretan Handphone ini.

Amel mengatakan bahwa banyak komunitas lari yang menikmati GBK, dan sebenarnya jika disatukan bisa menciptakan sesuatu yang berarti bagi GBK itu sendiri. Namun hal itu sangat tidak mudah untuk dilakukan, karena selalu ada perasaan kompetisi, pride, dan gengsi antar komunitas. Bahkan didalam satu komunitas sendiri terkadang terjadi individualistis yang tinggi antar anggota, seperti yang dikatakan oleh Amel sebagai contoh adalah sesama wanita selalu terpendam pemikiran baju siapa yang terbaru. Bahkan riset yang dilakukan oleh Amel mengatakan bahwa ada yang 'niat' untuk berkunjung ke Negara tetangga untuk mendapatkan koleksi baju lari yang terbaru.

Running Rage sendiri sudah memiliki rencana untuk menghidupkan GBK pada malam hari, dengan tema "Lights Up Senayan". Dengan bekerja sama dengan energizer, namun masih terkendala dari izin dan kontrak kerja sama. Menurut Amel, menyatukan komunitas antar lari sangat tidak mungkin untuk dilakukan, menurut pengalamannya di Nike pada saat event yang mengkompetisikan antar komunitas, malah menjadi bumerang sendiri pada Nike. Karena event itu terasa sangat panas suasananya.

Dalam pemilihan event yang diikuti oleh anggota Running Rage sendiri termasuk ketat. Untuk event-event seperti maraton biasanya diikuti oleh senior yang tergabung di Running Rage sendiri, dan event-event kecil biasanya hanya anggota-anggota baru yang mengikutinya. Ketika ditanyakan mengenai event seperti apa yang berkesan dan bisa diikuti oleh berbagai kalangan, Amel menjawab event seperti Colour Run. Karena pada event tersebut, Amel dan teman-temannya mendapatkan experience yang berbeda dibanding dengan lari biasa. Menurutnya event seperti itu bisa dimanfaatkan untuk foto yang bisa di upload di social media yang dimilikinya.

Ketika ditanyakan kenapa tidak mencoba tempat untuk berlari lain seperti TMII, Taman Suropati, dsb. Amel mengaku sudah pernah melakukannya dengan komunitasnya. Namun tetap saja pada akhirnya akan kembali lagi ke Gelora Bung Karno. Dari sini Amel mengatakan bahwa tempat tersebut harus membuat ia berani memberikan effort lebih untuk mengunjungi tempat tersebut untuk berlari. Namun saat ini Amel belum bisa mengatakan tempat seperti apa yang membuatnya ingin memberikan effort lebih untuk mencapainya.

Menurut Amel, dari olahraga lari ia menemukan banyak hal yang positif, seperti yang ia katakan "Karena lari, gw banyak nemuin opportunity", buktinya adalah Amel sendiri bisa menjadi model Nike Indonesia yang mendapatkan kebanggaan untuk di posting di website nike us dan juga social media yang nike miliki. 

Amel juga mengatakan bahwa karena ia selalu menghabiskan waktu luangnya untuk olahraga lari, ia mendapatkan personal branding sebagai pelari. Seperti yang ia katakan bahwa "Leisure itu ngebentuk personal branding gw, kayak orang lain nganggep gw seperti apa". Pada saat meeting, meskipun Amel tidak mengenai orang tersebut, namun orang tersebut sempat berkata seperti "Lo yang suka lari ya". Dari sini yang membuat Amel tetap melanjutkan olahraga larinya