Jakarta Repose Project #3

Faizal, lelaki yang saat ini memiliki kesibukan yang beragam. Ia biasa dipanggil dengan nama Ical oleh teman-temannya, saat ini Ical sedang berkuliah, bekerja sebagai supervisor toko, dan juga sebagai kepala keluarga.

Jam kerja Ical di toko juga termasuk padat, yaitu 5 1/2 hari. Dimulai pada jam 12:00 dan berakhir jam 22:00, ia sudah bekerja sebagai store supervisor di Stockroom semenjak Stockroom sudah buka, yaitu sekitar bulan Januari. Jam kerja Ical sendiri tidak mengganggu jadwal kuliahnya, karena jam kuliahnya adalah mulai pukul 08:00 sampai dengan pukul 12:00. Pada hari biasa, Ical baru sampai di rumah pukul 23:00 dan hanya melakukan sedikit aktivitas bersama keluarganya sebelum ia tidur. 

Akibat aktifitasnya yang padat, ia belum memiliki waktu untuk melakukan rekreasi atau liburan bersama keluarganya. Saat ini ia hanya menghabiskan waktu bersama keluarganya di mall yang berada dekat dengan rumahnya yang berada di daerah Tebet, Jakarta Selatan.

Ical memiliki keinginan untuk melakukan aktifitas outdoor bersama keluarganya, namun waktu yang sedikit membuatnya tidak dapat untuk melakukannya. Hal tersebut juga dikarenakan kemacetan yang terjadi di Jakarta, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tempat tersebut. Ical juga mengaku masih merasa kurang aman untuk istri dan anaknya yang masih berumur 15 Bulan dengan tempat rekreasi yang ada sekarang.

Menurutnya, tempat yang dibutuhkan untuk dirinya bersama keluarga adalah tempat yang sepi dan terasa asri. Dan menurutnya hal tersebut tidak bisa didapatkan di Jakarta saat ini, apalagi tingkat polusi dan udara yang sangat panas membuatnya tidak ingin membawa keluarganya untuk menikmati Jakarta. Ia juga berkata "Siapa sih yang ga pengen liburan ga kena panas?". Dan tempat-tempat di Jakarta saat ini belum bisa memberikan apa yang ia harapkan. Faktor-faktor tersebut adalah yang membuat ia masih memilih mall untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Menurutnya, potensi lokasi untuk rekreasi keluarga adalah daerah-daerah pinggiran Jakarta. Karena kota Jakarta menurutnya sudah tidak bisa membuatnya nyaman. Apalagi karena penuhnya kota Jakarta, keamanan juga semakin di pertanyakan. Ical pernah mengalami kejadian kecopetan pada saat ia berkunjung ke dufan beberapa tahun yang lalu. Menurutnya sangat sulit untuk merubah sifat orang-orang tersebut karena menurutnya mental dari orang tersebut yang sudah salah sejak kecil. Menurutnya, harus secara pelan-pelan dengan terus melakukan penyuluhan agar pola pikiran mereka bisa berubah.

Ketika ditanyakan apa yang ingin ia rubah dari Jakarta, ia ingin memperbaiki kendaraan umum yang ada di Jakarta. Ical berkata bahwa "kendaraan umum sekarang tu dari faktor kendaraannya sendiri sama dari pengendaranya. Itu sih yang paling bikin muak berkendara di Jakarta". Hal ini juga membuat Ical merasa tidak aman untuk membawa keluarganya, apalagi untuk membawa keluarganya menggunakan fasilitas transportasi umum yang sudah di sediakan. Akses yang sulit menuju transportasi umum juga membuat total harga menjadi lebih irit jika membawa kendaraan pribadi. 

Ketika ditanyakan media apa yang sebenarnya paling tepat untuk menarik perhatiannya, ia mengatakan bahwa media sosial online seperti instagram adalah yang paling tepat. Karena menurutnya saat ini waktu untuk membuka instagram sangatlah sering, seperti yang ia katakan "Setiap 5 menit sekali buka instagram". Dengan menggunakan influencer dari instagram, maka menurutnya itu sangat menarik perhatian orang-orang dalam lingkup yang sangat luas.

Di hal lain, Ical juga tergabung dalam komunitas denim di Indonesia, yaitu INDIGO (Indonesia Denim Group). Dari sini ia juga dekat dengan event-event seperti Brightspot Market, Wall of Fades, dll. Dari komunitas ini memberikan banyak hal positif bagi Ical, apalagi komunitas ini masih rutin untuk melakukan gathering akbar sebelum di jalankannya event tahunan mereka yaitu Wall of Fades. Komunitas ini termasuk besar sehingga terdapat wadah online juga yang menampung komunitas ini untuk terus berbincang, yaitu darahkubiru.com. Ical termasuk pengguna aktif dari website tersebut, dan ia terus mengakses website forum tersebut ketika ia memiliki waktu luang. Dari setiap kegiatan yang ada, sebenarnya Ical mengharapkan juga kegiatan yang lebih dan  berbeda dari kegiatan gathering yang sebelumnya rutin dilakukan, menurutnya kegiatan seperti outbound bisa menambah keakraban dari komunitas ini.

Ketika ditanyakan mengenai harga yang diharapkan untuk masuk kedalam suatu tempat rekreasi, Ical menjawab harga berkisar Rp 100,000 - Rp 150,000. Dari sini ia berharap bisa menyaring beberapa kalangan agar tidak berada didalam tempat rekreasi. Menurutnya, ia selalu merasa risih ketika melihat beberapa kalangan 'tertentu' disekitar keluarganya, mulai dari asap rokok yang di sebarkan, juga dari kalimat/kata yang menurutnya sangat tidak pantas untuk didengar oleh anaknya.

Dari harga ini juga menurutnya tepat untuk rekreasi keluarga, sehingga bisa menjadikan lokasi tersebut menjadi lokasi yang asri. Ketika ditanyakan bagaimana ketika anak-anak muda yang datang kesana dikarenakan tempat tersebut tersebar di media sosial, ia mengaku tidak masalah. Karena menurutnya anak-anak muda tersebut hanya akan satu kali saja kesana, untuk sekedar mengetahui seperti apa tempat itu. 

Ical sangat mengharapkan tempat yang bisa membuat dirinya merasa bahwa tempat tersebut bukan di Jakarta. Walaupun sebenarnya tempat tersebut berlokasi di Jakarta. Dan ia juga mengaku akan memberikan effort untuk berkunjung ke tempat tersebut walaupun harus melewati jarak yang jauh dari rumahnya dan kemacetan di beberapa titik sebelum sampai ke lokasi tersebut.