Jakarta Repose Project #1

Nur Amalia, 20th.

Nur Amalia, 20th.

Nur Amalia, perempuan dengan usia 20 tahun yang tinggal di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dengan profesi sebagai mahasiswi di Bina Nusantara jurusan Manajemen angkatan 2012.

Walaupun sudah memasuki semester 5, ia menyatakan bahwa ia masih memiliki waktu luang yang banyak, dan mengaku lebih sering menggunakan waktu luangnya bersama teman-teman untuk bersantai di cafe/restro yang berada di Jakarta bagian Selatan. Jika ia memiliki waktu untuk berlibur yang cukup lama, ia memilih untuk menghabiskan waktunya ke daerah sekitar Jakarta seperti Bandung, atau Pantai diluar Jakarta untuk menghilangkan rasa jenuh yang ia dapatkan di kota tersebut. Pantai yang tersedia di Jakarta seperti Pulau Seribu dianggap belum sepenuhnya ter-urus

Perempuan yang biasa disapa Amel ini juga lebih memilih untuk berlibur ke Luar Negeri dibanding Dalam Negeri, seperti yang ia katakan "kalau gue sih sukanya ke Luar Negeri, karna kayak beda aja gitukan budayanya, lingkungannya, suasananya". Alasan selanjutnya adalah ia menganggap bahwa Indonesia memang memiliki alam yang indah, namun masih tidak ter-urus dengan baik. 

Ketika ditanyakan mengenai pengalaman buruk saat berlibur di Indonesia, ia mengatakan bahwa minimnya fasilitas yang tersedia di Daerah yang ia kunjungi. Seperti pada saat ia berkunjung ke Lombok, sangat minim fasilitas tersedia yang ditawarkan disana. Ketika ditanyakan mengenai apa saja kekurangan tempat wisata di Indonesia, ia menjawab "Kalau liburan ke luar negeri tu fasilitas segalanya, apapun, stasiun segala macem tu kayak bagus. Lu enak liburannya, bisa enjoy. Kalo di Indonesia tuh, kamar mandi aja gue kayak males gitu, kayak ga keurus dengan bagus gitu". Menurutnya, fasilitas transportasi menuju tempat wisata adalah hal yang penting.

Pengalaman baik ketika berlibur di Indonesia dianggap selalu bisa didapatkan, karena menurutnya Indonesia memiliki tempat wisata seperti Pantai yang sangat bisa dibanggakan. Namun saat ini masih sangat minim fasilitas yang tersedia di tempat wisata di Indonesia.

Ketika di Jakarta, ia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di cafe/resto karena hanya tempat seperti itu-lah yang bisa dikunjungi di Jakarta. Ia menyatakan bahwa tempat wisata di Jakarta seperti Museum masih terkesan membosankan.

Pelayanan dari suatu tempat juga sangat mendukung terbangunnya mood dari seseorang. Amel mengatakan bahwa jika pelayan dari tempat tertentu tidak memberikan kesan yang baik (kurang bersemangat), maka konsumen seperti Amel juga tidak akan memberikan respon positif terhadap pelayan tersebut dan juga tempat yang dikunjungi.

Bagi Amel, tempat yang bisa di rekomendasikan di Jakarta hanyalah tempat seperti coffee shop. Pengalaman yang ia dapatkan ketika temannya yang berasal dari Jerman berkunjung ke Jakarta dan merasa bosan ketika diajak untuk mengunjungi Monas.

Menurut Amel, Jakarta bisa memanfaatkan tempat wisata seperti Pulau Seribu sebagai destinasi yang dapat di kunjungi oleh warga Jakarta dan juga banyak orang lainnya. Karena baginya Pulau Seribu memiliki potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan. Dengan biaya yang tergolong murah untuk mencapainya, akan sangat bagus jika konten yang terdapat disalah satu Pulau di Pulau Seribu benar-benar dikembangkan. Menurutnya, pantai bisa menyatukan banyak kalangan dan bisa memberikan hal yang berbeda dari Jakarta.