Jakarta Repose Project #6

Anas, 28 Tahun, Barista

Anas, 28 Tahun, Barista

Anas, Barista dari salah satu Coffee Shop di daerah Jakarta Selatan. 

Anas bukanlah asli dari Jakarta, namun ia adalah pendatang dari Bogor. Dan menurut ceritanya, kepindahan ia ke Jakarta adalah suatu ketidaksengajaan yang berhubungan dengan passion dari dirinya, yaitu Kopi. Anas mulai cinta dengan kopi Indonesia sejak 1 tahun yang lalu dan terus mencoba mendalaminya, Anas memiliki mimpi untuk menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa lebih baik membuat kopi sendiri dibandingkan menikmati kopi dari sachet. Karena menurutnya ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dan sesuatu tersebut tidak bisa didapatkan di kopi sachet

Anas mengaku memaklumi dengan perbedaan gaya hidup yang sangat berbeda dari orang daerah dan Kota, setelah berbulan-bulan ia disini, Anas mengaku banyak menemukan konsumen yang tergolong tidak ramah didalam coffee shopnya. Contohnya adalah sangat banyak konsumen yang tidak menghargai dengan apa yang di beli. Dengan harga yang termasuk mahal, namun tidak dihabiskan. Contoh lainnya seperti konsumen yang ribut dengan tidak memikirkan konsumen di meja lainnya. 

Anas mengaku memilih menghabiskan waktu luangnya untuk bersantai di coffee shop di banding menghabiskan waktu di Jalanan Jakarta. Ia juga sering melakukan sharing dengan sesama barista di Jakarta, sharing itu biasa dilakukan di abcd coffee yang terletak di pasar santa.

Anas juga mengaku sebagai pencinta Vespa, walaupun ia tidak termasuk sebagai anggota didalam komunitas Vespa, namun ia merasaan persahabatan yang kuat diantar pengguna Vespa. Menurut cerita dirinya, sesama pengguna Vespa akan terus saling membantu walaupun salah satu individunya sedang di kejar waktu. Seperti yang Anas katakan "Gw ga kenal lu, tapi lu bawa Vespa. Lu saudara gw".

Anas juga sebenarnya mengharapkan tempat yang hijau yang teduh yang bisa dinikmati di Jakarta, karena menurutnya sudah terlalu banyak mall yang terdapat di Jakarta. "Dikit-dikit Mall, dikit-dikit mall, ada taman tapi panas". Menurut Anas, taman yang sekarang disediakan oleh pemerintah masih belum bisa menjawab apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat, karena taman tersebut tidak terorganisir dan tetap tidak bisa menghilangkan/mengurangi panasnya kota Jakarta.

Menurut Anas, kultur masyarakat Jakarta sudah rusak dari ketertibannya. Sebagai contoh yang ia katakan "Lampu Merah masih Kuning, gw belum jalan, tapi dibelakang pada nglakson". Dari sini menurutnya masyarakat Jakarta sudah tidak ada sikap sabar dan menaati peraturan yang ada. Bagi Anas, event seperti Jazz Goes to Campus adalah event yang membuat dirinya bisa merasa tenang, karena alunan musik yang menurut Anas bisa membuat dirinya merasa asik dan santai.

Dari Anas sendiri, menurutnya komunitas yang sekarang ada di Jakarta adalah orang-orang yang masih memiliki rasa kesadaran akan kesabaran dan menghilangkan ke-ego-an. Komunitas seperti Vespa, dan juga Kaskus yang dekat dengan Anas, menurutnya komunitas seperti itu diisi dengan orang-orang yang sepemikiran denga apa yang sedang terjadi. Dari komunitas dunia maya seperti itu juga Anas mengatakan bahwa orang-orang didalamnya lebih bisa menghargai dan bisa membedakan candaan yang dilontarkan. Anas mengatakan "kaskus itu ibarat kendaraan, lu mau bawa itu ke arah positif ato negatif bisa semua". Menurut Anas, kultur dari masyarakat Jakarta saat ini adalah tingkat ego yang tinggi, maka dari itu harus sangat berhati-hati bagi dirinya sebelum mulai bersosialisasi dengan orang baru, anas mengatakan "ada orang yang pribadinya kayak lu mau ngeledekin orang tapi lu ga mau di ledek, ujung-ujungnya emosi".

Menurut Anas, impian dirinya adalah berkeliling menggunakan vespa di Kota Tua, karena menurutnya Kota Tua bisa memberikan suasana yang berbeda dan sangat cocok jika dipadukan dengan Vespa, namun saat ini beberapa daerah kota tua sudah selalu dilanda kepadatan akan kendaraan dan menurutnya hal itu sangatlah disayangkan.