Jakarta Repose Project: Pasar Santa

Pasar Santa, tempat yang sebelumnya dianggap "Mati Suri", sekarang bangkit menjadi Pasar Tradisional yang menjadi tujuan bagi berbagai macam konsumen. Kendala yang dialami Pasar Santa menjadi sunyi adalah lokasi yang berada ditengah, pedagang kaki lima yang banyak disekitar Pasar Santa, dan juga banyaknya mini market yang berada disekitar Pasar Santa dengan produk yang kurang lebih sama dengan apa yang ada di Pasar Santa. Pada tahun 2012, jumlah toko yang tersewa di Pasar Santa hanya 300 dari 1100 yang tersedia. 

Dan dari hal ini, Pasar Santa sadar bahwa harus ada komunitas yang berada didalam Pasar Santa, dan pada tahun 2013 Pasar Santa merangkul beberapa komunitas seperti komuntas alat tulis, komunitas penjait, dan komunitas kopi. Pada tahun 2013 toko yang disewa menjadi 459. Perjuangan tidak berhenti sampai disitu, Pada tahun 2014, Pasar Santa kembali merangkul komunitas Kopi, komunitas Teh, dan juga komunitas Ekonomi Kreatif. Hasilnya pada saat ini lantai 1 dari Pasar Santa sudah habis di sewa.

Yang bekerja di Pasar Santa juga diakui Pemilik dari yang punya usaha. Faktor tersebut menjadi alasan kenapa Lantai 1 Pasar Santa hanya buka pada saat hari Rabu sampai dengan hari Minggu. Menurut pihak manajemen Pasar Santa, komunitas ekonomi kreatif sangat membantu berkembangnya Pasar Santa. Dan hal ini membuat Pasar Santa menjadi pasar pertama yang menggabungkan antara ekonomi kreatif dengan pasar tradisional. 

Target Market dari Pasar Santa juga tidak menjurus, namun lebih ke orang-orang yang kreatif, dengan didukung banyaknya usaha ekonomi kreatif yang tersedia. Yang berkunjung ke Pasar Santa diakui sangat beragam mulai dari anak muda, keluarga, dll. Dan diakui pada saat malam minggu pengunjung pasar santa bisa diatas 1000 pengunjung.

Pasar Santa memiliki value 3K, yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas. Dan dari sini pihak Pasar Santa dan juga para pengusaha yang berada didalamnya bersama-sama menata Pasar Santa. Dan dari sini membuat Pasar Santa bisa terlihat dikalangan masyarakat, banyaknya majalah, koran, dan juga tv yang meliput Pasar Santa secara gratis membuat Pasar Santa semakin hidup.

Menurut pihak manajemen Pasar Santa, hubungan diantara pasar tradisional dan ekonomi kreatif yang tersedia di Pasar Santa sangat bersinergi, karena dari pihak ekonomi kreatif yang selalu membeli bahan ke bawah. Dari sisi konsumen di Pasar Santa sendiri juga mengakui hal tersebut, Contohnya adalah Shoebible, jasa pembersihan sepatu dan penjualan alat pembersihnya, mengaku menjahit packaging dari Shoebible di bawah.

Shoebible sendiri memilih untuk membuka di Pasar Santa karena lokasi yang berada ditengah, dan Pasar Santa memiliki faktor-faktor yang dicari oleh Shoebible. Pasar Santa sendiri dianggap pasar tradisional yang bersih. Dan harga sewa yang ditawarkan oleh Pasar Santa juga sangat menarik. Menurut Shoebible sendiri, membuka usaha dipasar tradisional merupakan suatu tantangan untuk merubah mind-set dari orang-orang yang menganggap pasar tradisional itu kotor dan tidak bersih. Dari hasil riset yang pernah dilakukan oleh konsumen yang tadinya bekerja diperusahaan besar juga mengatakan bahwa anak muda adalah kunci dari sebuah perubahan. 

Menurut konsumen dari Pasar Santa sendiri, orang di Jakarta sangat menghargai inovasi, dan dari sini membuat Pasar Santa menjadi tempat menarik untuk dikunjungi. Dan adanya perubahan di Pasar Santa juga menigkatkan rasa penasaran dari pengunjung. Dan menurut konsumen dari Pasar Santa, Pasar Santa adalah tempat yang menginspirasi.